tanganmu menggenggam cinta
menggelegak letupan kawah
mengalirkan panas lahar
menyulam lava panah menggelora,
tatapanmu menghiasi altar pemujaanku
penuh kemolekan di seluruh wajahmu
: prabandari
sementara semenanjung menghujam kata
penuh kekuatan di lengkungan pantaimu
menghadap keterkejutan terhentak keinginan
terpenuhkan merenda kelembutan, memacu
kepakan sayap dipelukan menggelora,
langit membelai mayang rambutmu
perlahan mencium jalur pendakian,
mendorong setiap sudut makna
langkah gemulai menarik detak jantung
semakin bersimponi: prabandari
matamu kian berbinar
menghantar khayangan berkepanjangan,
menyatulah cadik kita
dalam kosa arti cinta penuh keabadian,
matamu terpejam dalam lantunan badaiku
menggetarkan lantunan
menyelimuti mantra para dewa,
dalam keabadianku memuja: prabandari
equator,
2010
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar