Senin, 17 Mei 2010

nuansa mengental makna sudut bibir indahmu kian mencadik : prabandari



: prabandari

langit membiru direntangan lukisan cinta
berpelukan memutih gelora makna,
nafasku kian mencari lantunan
genting bercorak pelangi,
dilingkupi asap menggelora
cerobong kenikmatan,

ufuk timur menatatah ceria
dilengkungan indah wajahmu
merekah kemerahan,
berikan tanganmu dan rasakan sepoi
hembusan nafas cintaku,
kian meranjak relung sukmamu
melambung di lingkaran waktu,


cerita lama adalah pemenuhan
cerita kemarin dan hari ini,
hari keindahan dalam langkah kakimu
memuja kehangatan mentari,
waktu terus membawamu terbang jauh,
bersama kepakan sayap indahmu
menggemulai meniti kesejukan,
tersentuh lecutan di depan pintu
mereka penuh penantian,

ketika nuansa warna
mengental menyatu,
berjuta makna simponi
terus berkumandang
di lorong lorong,
sudut bibir indahmu
kian mencadik,


mengelung gelombang mayang
kehitaman rambutmu,

tercumbu langkah demi langkah
menjejak bintang,
berterbangan terbawa angin lautan
membiru cinta,
seperti kecupan lembutmu semalam,


tiada lekang merenda mimpi demi mimpi
dalam hamparan keindahan bercumbu kata,
di pembaringan cintamu: prabandari



-----
menyapa pagi dipelukan
penuh ceria bermakna
batavia-dewata
17:05:2010
07:38 wwib

-----

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

sang bhumi ruwa jurai : prabandari